Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

AKAN BAIK-BAIK SAJA

Tak semua hal perlu kita mengerti. Sesekali coba diam dan syukuri. Bahwasanya, hidup kita lebih besar dibandingkan fana yang selama ini kita anggap benar. Bersabarlah untuk sesuatu yang aku dan kamu sudah berjanji untuk menantinya dengan baik. Disini kita sama-sama belajar untuk tidak menjadi pribadi yang lemah. Membentuk rasa kekeluargaan yang tidak instan bisa diciptakan. Dalam prosesnya tidak sedikit masalah yang mengikutinya. Aku paham kalian kuat telah banyak hal yang kita lewati bersama-sama sampai saat ini. bersabarlah sayang, lagi dan lagi dengan seluas luasnya hatimu. Didiklah hatimu untuk bersyukur, selalu dan selalu. Jangan lelah mendidik hati! Sebab kelak pada suatu hari selepas menempuh perjalanan panjang yang tak mudah dilalui, kita akan duduk terdiam sambil meluruskan kaki, mensyukuri segala tempaan yang ternyata menjadikan kita mendewasa sedemikian rupa. Dalam perjalanan itu, ada sedih, kecewa, marah, kehilangan, pengabdian dan semua hal lain yang nyatanya...

Meneruskan Cerita Orang

Setelah aku sadari aku hidup hanya untuk meneruskan cerita orang lain. Dulu sebelum aku memasuki bangku kuliah, sudah banyak mahasiswa yang mengalami kasus serupa denganku. Ya, mereka semua pasti pernah merasakan banyak tekanan mulai dari adaptasi tempat tinggal baru, tugas yang menumpuk, manajemen waktu maupun faktor faktor yang lain. Entah bagaimana mereka menghadapinya intinya pasti semua sama ye kan? Dari hal-hal tersebut aku menyimpulkan bahwa; Setiap masalah yang sedang dialami seseorang ternyata telah dialami oleh orang lain. Hanya saja kita melaluinya dengan versi dan sudut pandang kita sendiri. Aku menemukan banyak problematika hidup yang terkesan lemah apabila aku ceritakan. Ketika aku bercerita kepada kakak tingkat tentang banyaknya tugas yang aku dapatkan atau secuil masalah yang sedang aku hadapi, mereka bukannya membantu atau bagaimana untuk meringankannya namun mereka hanya tertawa seakan aku ini terlihat kebanyakan drama. Oke ternyata benar, mereka te...

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Ojo Ngeluh!

Baiklah, dalam tulisan kali ini aku ingin mengawalinya dengan intro yang biasa dipakai oleh penulis blog lainnya ketika sudah lama tak menulis-mengisi blognya dengan tulisan-tulisannya. "Wah, akhirnya, setelah sekian lama tak menulis, Aku menulis lagi mengisi blog yang sudah mulai berdebu." Yak, segitu aja. Hmm sebenernya kali ini aku pengen curhat, yaAllah sedih banget yha hidupku sampe curhat aja kudu lewat blog, lah bodoamat paling juga gaada yang baca. Seenggaknya dengan mengetik ini aku sedikit merasa lega. Aku begitu lelah dengan dunia ini. Rasanya, aku ingin segera mengakhiri kehidupan yang sedang aku jalani dan kemudian aku kembali menikmati hidup yang baru yang biasa kita kenal dengan istilah reinkarnasi dalam ajaran beberapa agama. Tapi sayang, aku bukan manusia yang menganut ajaran seperti itu. Namun ketika aku membuka pikiranku dan berfikir kembali secara jernih aku merasa bahwa akulah yang kurang bersyukur atas nikmat yang telah R...

Tentang Pulangku

Belajarlah untuk tidak mengabaikan hal yang kecil, karena hal kecil akan menjadi besar apabila diabaikan. Banyak hal yang biasa saja adalah wujud dari kasih sayang. Hmm aku contohin hal hal yang ada disekitar ku yang mungkin sekilas terlihat biasa aja tapi itu sebenarnya wujud dari kasih sayang. Akutuh kemaren abis naik gunung yah, tapi hapenya gak dibawa dengan alesan males bawa hp terus posisinya batrenya lagi habis. Sebelumnya aku dah bilang sama Ibu kalo mau naik tgl 29. Pas mau berangkat aku gak kepikiran buat ngehubungin lagi pihak rumah kalo mau naik hari itu. Alhasil ibuku nyariin selama 3 hari itu. Mulai dari ibu kos, bapak kos, temen2 kos semuanya ditanyain. Dan aku gatau itu:’)))) Pas buka hape dapet pesan WhatsApp dari adek, “ mbak lagi dimana? Di telfon kok nggak pernah aktif hapenya” “masih di semarang dek, abis ke lawu” “kapan pulang, dicariin ibu kok nggak ngabarin lagi kalo mau ke gunung” Dan saat itu aku langsung lemes, rasanya pe...

:))))

Anak broken home itu Rapuh! Mellow atau terdengar melebih-lebihkan? Kalian yang hidup normal saja kadang pernah mengeluh tentang kehidupan apalagi mereka(rid: aku) yang nggak tau harus mengadu kemana? Apa berlebihan jika aku menulis tentang hal ini? Menjadi anak yang Broken Home bukanlah merupakan hal yang diinginkan oleh setiap anak di dalam suatu keluarga. Kenapa anak harus jadi korban? Sedih memang menjalani hidup dari keluarga broken home. Sepertinya aku sendiri mulai larut dalam tulisan ini. Okke kamu bisa bilang “wake up! Ayo semangat jangan menenggelamkan diri-sendiri lah. Jangan menganggap diri paling menderita. Kita semua juga punya masalah” tapi aku tidak ingin dibanding-bandingkan. Hanya saja aku tidak tahu harus mengadu pada siapa. Aku lebih mencintai dunia mayaku dibandingkan dengan dunia nyata. Walaupun aku tak pernah tau kebenarannya. Aku hanya mendengar dari cerita Ayah dan Ibu yang saling menyalahkan satu sama lain dan menganggap bahw...

Dead(line)

“Ketika minggu-minggu iki rumongso akeh kegiatan, mungkin Gusti Allah wes wegah nyawang adewe mung klontang-klantung ora ono gawean” -IH Ah gila susah banget ngumpulin mood buat nulis, asli. Aku sempet bingung mau nulis apa karena banyak deadline di akhir semester ini. Setelah berfikir panjang kenapa nggak nulis aja tentang deadline hmm... Kali ini aku nggak tau sedang berbagi tulisan atau sedang sambat lewat tulisan. Aku yang masih belajar membagi waktu antara kuliah, main dan organisasi masih sulit untuk membuat prioritas. Nyatanya dunia maya memang selalu mengalahkan segalanya. Ketika aku lelah dengan dunia nyata, aku lebih suka bermain-main didunia maya. Lewat itulah aku merasa ada sesuatu hal yang membuatku lebih dihargai, lebih bahagia dan mengurangi sedikit kejenuhan yang sedang aku alami di dunia nyata. Deadline memang ajaib, karena deadline adalah suatu tujuan yang harus dicapai karena memiliki konsekuensi yang sangat kita sadari. Kita sangat paham ...

Pukul 18:18

“Dadio wong ing paran, lan sinauo teko paran” kalau di terjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya seperti ini. “Jadilah pejalan/musafir, dan belajarlah dari perjalananmu”.    Dulu waktu masih kecil imut imut gitu, aku pernah punya keinginan, yaitu pergi kemana mana tanpa mengeluarkan biaya sendiri.. Waktu itu, dalam pikiranku jika dikabulkan keinginan itu, pastilah rasanya akan sangat menyenangkan. Bisa melihat lihat suasana baru, lingkungan baru dan berkenalan dengan orang orang baru. Dan semua itu tanpa mengeluarkan biaya sendiri. (⌣__⌣ )hmmm……. Aku ingat pesan ayahku, bahwa aku harus jadi mata dan kakinya. Karena beliau memakai kaki palsu dan dengan kondisinya yang seperti itu tidak memungkinkan untuk dapat pergi memikmati alam bebas dengan leluasa. Ketika aku telah menapaki tempat yang baru aku selalu menceritakan semuanya kepada ayahku. Perjalanan selalu menciptakan kenangannya sendiri, bukan masalah sudah sejauh mana aku menjelajahi...

MENULIS: tengtengtik

Bismillahirrahmanirrahim, aku mengawali tulisan ini dengan kalimat maha dasyat yang diwajibkan kepada seorang muslim apabila hendak mengawali segala sesuatu. Tentulah sesuatu itu harus yang bersifat baik dan semoga tulisan ini juga dapat membawa kebaikan bagi siapapun yang sedang membaca tulisan ini. Salam kenal bagi yang belum kenal sama aku, bolehlah kita kenalan lebih dalam *uhuk. Lah apa ini maksudnya -skip- Mungkin post kali ini cuma sekedar basa basi ajalah karena aku sedang gabut eh bukan gabut aku sedang jenuh dengan laporan zz. Kenapa aku menulis di blog?? Aku nggak menulis ini kok, lagi ngetik depan leptop. Padahal menulis bikin aku tambah stress karena bingung dengan pilihan kata demi kata untuk menyambungkan tulisan ini supaya enak dibaca. Dan juga terjadi kebingungan hendak menulis apa dalam satu judul. Kadang bahas ini kadang bahas itu masih acak acakan sampai sekarang. Entah bagaimna susunan tulisan dalam setiap judulnya. Ya aku sih mohon maklum aja ya s...