Langsung ke konten utama

Dead(line)

“Ketika minggu-minggu iki rumongso akeh kegiatan, mungkin Gusti Allah wes wegah nyawang adewe mung klontang-klantung ora ono gawean” -IH

Ah gila susah banget ngumpulin mood buat nulis, asli. Aku sempet bingung mau nulis apa karena banyak deadline di akhir semester ini. Setelah berfikir panjang kenapa nggak nulis aja tentang deadline hmm...

Kali ini aku nggak tau sedang berbagi tulisan atau sedang sambat lewat tulisan. Aku yang masih belajar membagi waktu antara kuliah, main dan organisasi masih sulit untuk membuat prioritas. Nyatanya dunia maya memang selalu mengalahkan segalanya. Ketika aku lelah dengan dunia nyata, aku lebih suka bermain-main didunia maya. Lewat itulah aku merasa ada sesuatu hal yang membuatku lebih dihargai, lebih bahagia dan mengurangi sedikit kejenuhan yang sedang aku alami di dunia nyata.

Deadline memang ajaib, karena deadline adalah suatu tujuan yang harus dicapai karena memiliki konsekuensi yang sangat kita sadari. Kita sangat paham apa yang akan terjadi BILA deadline tidak kita penuhi, atau apa yang kita dapat BILA deadline berhasil kita penuhi.

Karena itulah, bagi sebagian besar orang, deadline adalah motivasi yang sangat kuat. Tertanamkan dalam pikiran bawah sadar, untuk menggerakkan setiap kemampuan dan potensi yang ada dalam diri dan difokuskan untuk menyelesaikan satu tugas.
Seandainya deadline tidak diterapkan mungkin tugas-tugas yang aku dapatkan tidak aku kerjakan dengan segera. Aku lebih memilih “ah nanti ajalah, main dulu. Masih ada waktu” oke ini bukan hal yang patut untuk ditiru ya gaes..

Deadline ibarat lari dengan singa yang mengejar di belakang, sehingga mengharuskan kita untuk lari sekuat mungkin yang kita bisa. Karena sangat jelas bila tertangkap, maka pastilah akan mati.

Nakhoda yang brilian lahir bukan di laut yang tenang, tidak membentuk ganasnya lautan dan badai angin kecuali Nakhoda yang ulung. Bila sebuah deadline tidak membuatmu stress, maka deadline hanya akan membuatmu menjadi seorang yang lebih baik.
Mengutip ungkapan mas Jamil Azzaini, “undanglah hiu-hiu kecil dalam hidupmu“, agar engkau senantiasa berenang, dan karena itulah fisikmu akan berisi, akalmu akan lincah dan inspirasi akan berdatangan dalam hidupmu.

Walaupun begitu entah kenapa aku masih dan selalu saja mengerjakan tugas h-1 sebelum waktu yang ditentukan. Mungkin itulah yang membuatku keteteran dengan tugas-tugas yang ada. Hmm semoga dengan adanya kejadian yang seperti ini aku lebih sadar untuk belajar membagi waktu. SEMANGAT!!!

Semoga ke depannya, aku dan kamu yang sedang membaca ini, bisa menjadi manusia yang lebih banyak bersyukur dan kurang-kurangin mengeluh. Walaupun aku masih belajar pada tahap ini.

Yap, selesai sampai disini saja tulisanku. Semoga ada manfaat yang bisa didapat. Keburukan dalam tulisanku juga bisa kau jadikan pelajaran bukan? Tentang keluhan-keluhan yang sedang aku keluh kesahkan dalam catatan blog pribadi ini, tentang buruknya sifatku, tentang apapun itu. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...

Stay Safe #dirumahaja

Hallo pembaca setiaku alias diriku sendiri Apa kabar? Aku harap kalian #dirumahaja ya. Stay safe. Jangan lupa cuci tangan dan jaga kesehatan. Dunia saat ini sedang berjuang melawan virus tak terkecuali Indonesia. Virus corona atau yang dikenal dengan nama COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019. Penyebaran Covid-19 terbilang cukup cepat, dengan hanya melakukan kontak dengan penderita Covid-19 berkemungkinan besar kita dapat tertular. Kan serem.  Menurut data dari https://www.covid19.go.id/ Situasi Covid-19 pada tanggal 27 Maret 2020 pukul 13:46 WIB di Indonesia Positif 893, Sembuh 35, Meninggal 78. Itu semua manusia loh:”)) Pemerintah saat ini telah menerapkan sistem Social Distancing. Social distancing merupakan tindakan menjaga jarak dengan orang lain apalagi dalam jumlah yang banyak atau dalam kerumunan. Jarak yang biasanya diterapkan pada social distancing yaitu dengan radius enam kaki atau dua meter. Cara ini dilakukan untuk memut...