Setelah aku sadari aku hidup hanya untuk meneruskan cerita orang lain.
Dulu
sebelum aku memasuki bangku kuliah, sudah banyak
mahasiswa yang mengalami kasus serupa denganku. Ya, mereka semua pasti
pernah
merasakan banyak tekanan mulai dari adaptasi tempat tinggal baru, tugas
yang menumpuk, manajemen waktu maupun faktor faktor yang lain. Entah
bagaimana mereka menghadapinya intinya pasti semua sama ye kan?
Dari hal-hal tersebut aku menyimpulkan bahwa; Setiap masalah yang sedang dialami
seseorang ternyata telah dialami oleh orang lain. Hanya saja kita melaluinya
dengan versi dan sudut pandang kita sendiri.
Aku menemukan banyak problematika hidup yang terkesan lemah
apabila aku ceritakan. Ketika aku bercerita kepada kakak tingkat tentang
banyaknya tugas yang aku dapatkan atau secuil masalah yang sedang aku hadapi,
mereka bukannya membantu atau bagaimana untuk meringankannya namun mereka hanya
tertawa seakan aku ini terlihat kebanyakan drama. Oke ternyata benar, mereka
telah melewati apa yang sedang aku alami saat ini. dan mereka telah membuktikan
bahwa mereka berhasil melewatinya. Apa yang aku alami saat ini belum apa apa
jika dibandingkan dengan apa saja yang telah mas dan mbak tersebut lewati.
Masih ada ujian lain yang lebih berat.
Masalah masalah seperti itu bukan aku saja yang mengalaminya
namun aku yakin hampir semua orang pernah merasakannya. Miris sekali jika
berfikir bahwa akulah makhluk yang paling sengsara. Karena faktanya apabila aku
memperluas fikiranku, banyak manusia lain yang mengalami hal serupa bahkan bisa
saja lebih berat dan lebih rumit dari apa yang aku rasakan.
Kita semua hanya meneruskan cerita orang lain menjadi sebuah
cerita sesuai versi kita. Namun, inti dari cerita tersebut tetaplah sama dengan
cerita milik orang lain.
Anggaplah tugas tersebut sebagai ujian dalam kehidupan, aku
masih ingat kalimat yang disampaikan guru matematika waktu SMA intinya
bagaimana cara kamu menyelesaikan tugas seperti itukah kamu menyelesaikan
masalah dalam kehidupan. Semakin dibiarkan akan semakin banyak dan menumpuk
padahal semua masalah itu harus diselesaikan untuk melanjutkan kehidupan
kedepannya. Proses itu penting. Nikmatilah setiap proses dalam kehidupan.
Okelah
iya aku akan belajar untuk tidak menjadi generasi
kebanyakan mengeluh. Semua keluhan keluhan yang aku keluhkesahkan hanya
akan
membuatku terlihat lemah. Padahal apa yang aku hadapi hanyalah hal
biasa. Ini sebenarnya aku sedang menasehati diriku sendiri karena
aku harus melakukannya berkali kali karena
semakin lama aku semakin paham bahwa kesulitan kesuliatan yang membuatku
mengeluh tersebut aku buat sendiri, padahal mah sebenarnya B aja.
Yah
aku berharap ini nggak cuma sekedar tulisan tapi aku
juga harus benar benar berfikir seperti itu. Berhenti berfikir bahwa
hidupku yang paling susah dan merana. Berhenti juga merasa paling
bahagia atau istimewa. Berhenti berfikir bahwa aku memiliki segalanya,
karena hidup hanya meneruskan cerita orang lain.
Komentar
Posting Komentar