Tak semua hal perlu kita mengerti. Sesekali coba diam dan
syukuri. Bahwasanya, hidup kita lebih besar dibandingkan fana yang selama ini
kita anggap benar.
Bersabarlah untuk sesuatu yang aku dan kamu sudah berjanji
untuk menantinya dengan baik. Disini kita
sama-sama belajar untuk tidak menjadi pribadi yang lemah. Membentuk rasa
kekeluargaan yang tidak instan bisa diciptakan. Dalam prosesnya tidak sedikit
masalah yang mengikutinya. Aku paham kalian kuat telah banyak hal yang kita lewati bersama-sama sampai saat ini.
bersabarlah sayang, lagi dan lagi dengan seluas luasnya hatimu. Didiklah hatimu
untuk bersyukur, selalu dan selalu.
Jangan lelah mendidik hati! Sebab kelak pada suatu hari
selepas menempuh perjalanan panjang yang tak mudah dilalui, kita akan duduk
terdiam sambil meluruskan kaki, mensyukuri segala tempaan yang ternyata
menjadikan kita mendewasa sedemikian rupa. Dalam perjalanan itu, ada sedih,
kecewa, marah, kehilangan, pengabdian dan semua hal lain yang nyatanya membuat
hati menjadi kuat dan tegar. Kelak suatu hari, kita bisa bercerita kepada orang
lain tentang sebuah inspirasi yang semoga membuat mereka bersemangat
mengupayakan kuat dan tegarnya masing-masing.
Akan selalu saja ada suatu masalah yang harus kamu dan aku
hadapi. Ketika kau kira masalah takkan bertambah banyak, tiba-tiba datang
masalah baru. Kau hanya bisa menunduk diujung dunia. Lantas berpura-pura semua
baik-baik saja, agar mereka tidak perlu banyak bertanya. Kita sama aku tahu
rasanya; untuk terluka dan hilang arah; untuk rapuh dan terjatuh. Ya sudah biar
sajalah..
Kau tahu apa yang dokter pertama kali lakukan jika bayi yang
terlahir ke bumi ini bergeming? Ia akan menepuknya sampai bayi itu menangis.
Ya. Menangis mendakan bahwa kita hidup, bukan menandakan kita lemah. Apa yang
kita lakukan setelah menangislah yang menentukan sekuat apa diri kita.
Setiap orang mempunyai alasan mereka masing-masing dalam
melakukan sesuatu, hal yang tidak bisa kita hakimi jika tak tahu cerita
dibaliknya. Setiap pelarian mempunyai sakitnya sendiri-sendiri, setiap kepulangan
mempunyai sembuhnya sendiri-sendiri. Namun, satu hal yang pasti; kita akan
mendapatkan banyak pelajaran hidup jika berani keluar dari zona nyaman.
Orang-orang yang pernah dikecewakan hatinya, dibiarkan
terluka, dibuat berantakan perasaannya, akan selalu punya cara untuk mampu
memulihkan kembali dirinya. Maka, percayalah segalanya akan baik-baik saja.
biarlah rasa kecewa yang mengajarkan diri dewasa menerima segala hal yang
pernah membuat luka. Tetaplah berusaha, jalan terbaik akan selalu ada bagi
siapa saja yang bersedia berlapang dada menerima.
Tidak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja. Kita
manusia, wajar untuk terluka. Jangan khawatir. Bahkan badai terhebatpun pasti
akan reda. Semangat buat kalian
temen-temanku tercinta di sini.
Komentar
Posting Komentar