Langsung ke konten utama

Pukul 18:18

“Dadio wong ing paran, lan sinauo teko paran” kalau di terjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya seperti ini. “Jadilah pejalan/musafir, dan belajarlah dari perjalananmu”.   

Dulu waktu masih kecil imut imut gitu, aku pernah punya keinginan, yaitu pergi kemana mana tanpa mengeluarkan biaya sendiri..

Waktu itu, dalam pikiranku jika dikabulkan keinginan itu, pastilah rasanya akan sangat menyenangkan. Bisa melihat lihat suasana baru, lingkungan baru dan berkenalan dengan orang orang baru. Dan semua itu tanpa mengeluarkan biaya sendiri.

(⌣__⌣ )hmmm…….

Aku ingat pesan ayahku, bahwa aku harus jadi mata dan kakinya. Karena beliau memakai kaki palsu dan dengan kondisinya yang seperti itu tidak memungkinkan untuk dapat pergi memikmati alam bebas dengan leluasa. Ketika aku telah menapaki tempat yang baru aku selalu menceritakan semuanya kepada ayahku.

Perjalanan selalu menciptakan kenangannya sendiri, bukan masalah sudah sejauh mana aku menjelajahi dunia ini, tapi dengan siapa aku akan menjelajahi dunia ini, karena dengan partner yang cocok akan menciptakan cerita yang mengagumkan walaupun tempatnya biasa saja.

Namun entah aku masih mencari partner itu hehe. Siapakah gerangan yang akan menemaiku nantinya?

Satu hal yang selalu menguatkanku untuk kembali menapaki jalanan asing yang belum pernah aku datangi yaitu Ayahku, namun disisi lain naluri seorang Ibu selalu kawatir dengan anaknya.

“mas ajakin aku jalan-jalan ya”

“mas aku pengen ke sini”

Mas nya siapaaa? Mas masa depan yang akan menemaniku huhu -skip- zzzzzzzzzzzz

Terkadang mencari tempat sepi juga mengagumkan.

Namun sejauh manapun kita pergi ingatlah bahwa akan selalu ada seseorang yang menunggumu pulang.

Pulang adalah satu hal yang selalu aku dan mungkin semua pejalan tunggu. Sementara itu, rumah adalah tempat terbaik untuk pulang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang Pulangku

Belajarlah untuk tidak mengabaikan hal yang kecil, karena hal kecil akan menjadi besar apabila diabaikan. Banyak hal yang biasa saja adalah wujud dari kasih sayang. Hmm aku contohin hal hal yang ada disekitar ku yang mungkin sekilas terlihat biasa aja tapi itu sebenarnya wujud dari kasih sayang. Akutuh kemaren abis naik gunung yah, tapi hapenya gak dibawa dengan alesan males bawa hp terus posisinya batrenya lagi habis. Sebelumnya aku dah bilang sama Ibu kalo mau naik tgl 29. Pas mau berangkat aku gak kepikiran buat ngehubungin lagi pihak rumah kalo mau naik hari itu. Alhasil ibuku nyariin selama 3 hari itu. Mulai dari ibu kos, bapak kos, temen2 kos semuanya ditanyain. Dan aku gatau itu:’)))) Pas buka hape dapet pesan WhatsApp dari adek, “ mbak lagi dimana? Di telfon kok nggak pernah aktif hapenya” “masih di semarang dek, abis ke lawu” “kapan pulang, dicariin ibu kok nggak ngabarin lagi kalo mau ke gunung” Dan saat itu aku langsung lemes, rasanya pe...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...