Baiklah, dalam tulisan kali ini aku ingin
mengawalinya dengan intro yang biasa dipakai oleh penulis blog lainnya
ketika sudah lama tak menulis-mengisi blognya dengan tulisan-tulisannya.
"Wah, akhirnya, setelah sekian lama tak menulis, Aku menulis lagi mengisi blog yang sudah mulai berdebu."
Yak, segitu aja.
Hmm
sebenernya kali ini aku pengen curhat, yaAllah sedih banget yha hidupku
sampe curhat aja kudu lewat blog, lah bodoamat paling juga gaada yang
baca. Seenggaknya dengan mengetik ini aku sedikit merasa lega.
Aku
begitu lelah dengan dunia ini. Rasanya, aku ingin segera mengakhiri
kehidupan yang sedang aku jalani dan kemudian aku kembali menikmati
hidup yang baru yang biasa kita kenal dengan istilah reinkarnasi dalam
ajaran beberapa agama. Tapi sayang, aku bukan manusia yang menganut
ajaran seperti itu.
Namun ketika
aku membuka pikiranku dan berfikir kembali secara jernih aku merasa
bahwa akulah yang kurang bersyukur atas nikmat yang telah Rabbku berikan
kepadaku. Aku harus sadar bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan,
ada banyak hal yang harus diselesaikan. Mengeluh bukanlah hal yang
pantas aku lakukan.
Pernah
terlintas dalam pikiran bahwa hidup orang lain terlihat begitu
menyenangkan mereka dikelilingi oleh sahabat-sahabatnya, keluarga
mereka, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Iya
aku iri. Sunguh, terkadang aku barusaha untuk tertawa sendiri atau
menertawai tawaan seseorang yang aku harap dapat membuatku merasa lebih
bahagia. Namun bagi mereka aku receh, gak jelas yah mau gimana lagi aku
juga ingin terlihat bahagia. Ah sudahlah aku tak mau terlarut, aku tak
mau hidupku terlihat menyedihkan. Aku harus bangkit dan membuktikan
bahwa aku juga bisa seperti mereka hahaha ini lucu kan?
Aku
tahu lari dari masalah bukanlah penyelesaian. Hanya saja, kepalaku
harus menemukan solusi untuk kebahagiaanku. Aku masih mampu tampak
baik-baik saja. Sebab, aku menemukan banyak kebahagiaan diluar rumah
yang pernah hilang. Aku tidak menginginkan ini, tapi aku rasa memang
begitulah Allah azza wa jalla bekerja dalam kuasanya. Musibah bisa
menjadi anugrah bila hambanya mendapatkan sesuatu yang sebenarnya telah
menyertai musibah yang diberikan. Maaf, bukan musibah, tetapi ujian yang
harus dilewati manusia.
Dalam
mood yang sedang alay terkadang aku ingin menghilang aku ingin pergi
kesuatu tempat yang tidak ada seorangpun dapat menemukanku. Namun dalam
hati yang terdalam aku membutuhkan sesorang yang mampu menguatkan, aku
ingin bercerita dengannya, aku ingin dia memecahkan kesepian ini, aku
ingin ia mengisi kekosongan. Manusia hanya bisa berharap Allah yang
menentukan.
Sebenarnya aku tidak
tahu sedang menulis apa, aku hanya ingin menulis lalu mengepostnya ke
blog ini. Dan seperti inilah jadinya. Aku menulis di sini bertujuan
untuk mengintrospeksi diri. Karena aku tau pasti, kekesalan, kelelahan
yang aku alami belum tentu kesalahan orang lain, bisa jadi semua karena
salah pola pikirku sendiri.
Komentar
Posting Komentar