Langsung ke konten utama

:))))

Anak broken home itu Rapuh! Mellow atau terdengar melebih-lebihkan?

Kalian yang hidup normal saja kadang pernah mengeluh tentang kehidupan apalagi mereka(rid: aku) yang nggak tau harus mengadu kemana? Apa berlebihan jika aku menulis tentang hal ini?

Menjadi anak yang Broken Home bukanlah merupakan hal yang diinginkan oleh setiap anak di dalam suatu keluarga.

Kenapa anak harus jadi korban?
Sedih memang menjalani hidup dari keluarga broken home.
Sepertinya aku sendiri mulai larut dalam tulisan ini.

Okke kamu bisa bilang “wake up! Ayo semangat jangan menenggelamkan diri-sendiri lah. Jangan menganggap diri paling menderita. Kita semua juga punya masalah” tapi aku tidak ingin dibanding-bandingkan. Hanya saja aku tidak tahu harus mengadu pada siapa. Aku lebih mencintai dunia mayaku dibandingkan dengan dunia nyata.

Walaupun aku tak pernah tau kebenarannya. Aku hanya mendengar dari cerita Ayah dan Ibu yang saling menyalahkan satu sama lain dan menganggap bahwa masing-masing merasa benar.

Aku bahkan tak ingat sama sekali masa kecilku, dengan siapa aku bermain, siapa yang paling menyayangiku.
Tidak ada sosok ayah dan ibu didalamnya.
Aku tak pernah punya foto masa kecil.
Aku lelah mendengar kalimat kasar yang seharusnya tidak didengarkan oleh seorang gadis sepertiku ini.

Walaupun kejadian itu sudah sangat lama dan sekarang aku punya Ayah baru yang mau merawatku dan menyayangiku, tetap saja perasaan itu akan tetap janggal. Ketika adek lebih mendapatkan apa yang Ia mau. Aku hanya bisa bersyukur masih ada yang mau merawatku, dan sadar Ia memang seharusnya seperti itu mendapatkan semua dari Ayahnya sendiri. Aku tidak boleh iri bukan? Ibuku? Bahkan aku tidak dekat dengan mereka semua yang ada dirumah. Aku merasa asing dirumah. Apakah aku anak durhaka? Hhh entahlah semoga Allah mengampuni dosaku.

Sekarang kenyataan membuatku kuat dan pandai! Pandai menutupi kesedihannya di depan orang-orang yang  aku cintai.

Oh Tuhan kenyataan ini sangat pahit. Semoga dalam hal ini aku dapat melihat dari sudut pandang yang lain. Yang membuatku berfikir bahwa ini memang bagian dari rencana-Mu dan tidak terus menyalahkan Mereka.
Aku butuh Mereka untuk menemaniku
Aku butuh dorongan dan dukungan dari Mereka
Dan kini, perpisahan mengajarkanku agar aku tetap menjadi wanita kuat dan hebat. Dan akan aku jadikan pelajaran untuk masa depanku kelak. Cukup aku yang merasakannya diumur yang masih sangat kecil. Anak dan cucuku nanti jangan.
Sebenarnya, aku sedang manasehati diriku sendiri yang sudah terlalu lelah dalam menjalani kehidupan yang tak kusenangi.

Pelajarannya adalah, pahit bukan suatu hal yang hina dalam kehidupan manusia. Bila kita mengetahui cara menyikapinya maka pahit itu akan menjadi nikmat yang bisa kita jadikan pelajaran dalam kehidupan. Menyelam tentu jadi atraksi yang jau lebih memuaskan daripada hanya sekedar menenggelamkan diri ke dalam air, bukan?

Silahkan tegur aku apabila terdapat kesalahan dalam tulisanku ini. Aku hanya menulis dari sudut pandang Aku. Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...

Stay Safe #dirumahaja

Hallo pembaca setiaku alias diriku sendiri Apa kabar? Aku harap kalian #dirumahaja ya. Stay safe. Jangan lupa cuci tangan dan jaga kesehatan. Dunia saat ini sedang berjuang melawan virus tak terkecuali Indonesia. Virus corona atau yang dikenal dengan nama COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019. Penyebaran Covid-19 terbilang cukup cepat, dengan hanya melakukan kontak dengan penderita Covid-19 berkemungkinan besar kita dapat tertular. Kan serem.  Menurut data dari https://www.covid19.go.id/ Situasi Covid-19 pada tanggal 27 Maret 2020 pukul 13:46 WIB di Indonesia Positif 893, Sembuh 35, Meninggal 78. Itu semua manusia loh:”)) Pemerintah saat ini telah menerapkan sistem Social Distancing. Social distancing merupakan tindakan menjaga jarak dengan orang lain apalagi dalam jumlah yang banyak atau dalam kerumunan. Jarak yang biasanya diterapkan pada social distancing yaitu dengan radius enam kaki atau dua meter. Cara ini dilakukan untuk memut...