Langsung ke konten utama

TUHAN DAN SAYA

Seberapa sering kamu ingat Tuhan?


Tentu pertanyaan ini hanya untuk yang percaya dengan adanya Tuhan. Saya sering. Tidak. Saya sedang tidak mengatakan bahwa saya orang yang religius. Saya tidak cukup berbuat baik. Masih banyak perintah Tuhan yang belum saya jalankan. Masih sering saya melanggar larangan Tuhan. Lebih gawatnya lagi saya tahu banyak tentang ajaran Tuhan. Well, tidak terlalu banyak mungkin. Tapi, lumayanlah. Kesadaran itu ada. Tapi, untuk melaksanakannya belum.


Padahal saya tahu banyak yang telah Tuhan berikan buat saya. Untuk urusan bersyukur atas nikmatnya, mungkin cukup mudah dilakukan. Tapi, untuk semua mungkin baru tahap kesadaran saya. Belum ada perbuatan. Agak kurang adil juga kalau akhirnya saya mengatakan ini karena pengaruh lingkungan, banyak juga teman teman yang sudah hijrah beristiqomah tapi saya hanya bersikap apatis terhadap mereka seolah olah tidak peduli dengan perubahan mereka.


Rasanya iman saya mulai luntur. Gawatnya lagi, saya sadar. Tapi, tidak juga berbuat sesuatu.


Saya terkadang merasa sedih, kemana rasa takut itu? Kenapa saya bersikap santai saja pada saat melakukan apa yang Tuhan saya larang. Iya, saya tahu. Perihal ibadah biarkan saya dan Tuhan saya yang tahu. Orang lain tidak perlu tahu. Saya saat ini sedang memarah marahi diri saya sendiri.


Sempat malu saat teman sedang beristiqomah untuk hijrah mulai meninggalkan celana berganti dengan rok. Dukungan yang Ia dapatkan membuat saya terharu. Lelaki yang itu menginginkan seseorang perempuan dengan pakaian tertutup dan hijab syar’i. Apalah saya yang jauh dari kata sempurna. Saya sehari hari masih menggunakan jeans dan pakaian ketat, serta hijab yang tidak menutup dada sesuai dengan perintah Allah. Saya pernah berkomitmen mau pake rok kalo berngakat kuliah. Namun nyatanya hanya bertahan satu minggu. Yang susah itu bukan memulai tapi bertahan untuk tetap beristiqomah.


Saya masih harus memperbaiki niat yang ingin berubah karena oranglain menjadi berubah karena Allah. Help me God


Bagi saya sendiri lingkungan tidak berpengaruh besar terhadap saya. Jadi teringat waktu Sekolah Menengah Atas saya mempunyai sahabat 2 laki laki dan satu perempuan. Mereka semua sudah berhijrah sekarang. Seorang laki laki satu ini berasal dari pesantren dan cuma dia yang bersedia memarahi saya tiap hari dan memberi saya kisah dongeng yang entah selalu menarik untuk didengarkan. Dia pandai bercerita dan obrolan selalu interaktif walopun ujung-ujungnya saya yang terlihat bodoh. Lelaki yang satunya lagi dia juga pandai mendongeng. Memberikan kisah yang mind blowing. Orangtuanya punya pondok pesantren yang dipakai syuting fim Negeri 5 Menara. Tau kan? Dia lebih dewasa dan selalu punya pemikiran yang berbeda dengan temannya. Perempuan yang menjadi sahabat saya dan teman sebangku sejak kelas X SMA ini memutuskan untuk berhijrah dan tidak lagi berpacaran, dia seorang teman yang pemalu dan anggun.


Lalu saya? Saya ya masih gini-gini aja. Mereka hanya mengingatkan saya secara umum. Masalah pribadi saya dengan Tuhan mereka sama sekali tidak ikut campur. Malu? Iya dong


Apalagi sekarang mereka sudah jauh dari saya. Dan sifat jelek semakin menjadi jadi. Tidak adalagi yang memperingatkan saya. Mungkin kita semua berpisah untuk diuji seberapa yakin dengan diri sendiri setelah 3 tahun selalu bersama. Walopun hasilnya sayalah yang paling menyedihkan.


Memang benar. Perihal berubah itu bukan karena ajakan orang lain, tapi niat dari diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...

Stay Safe #dirumahaja

Hallo pembaca setiaku alias diriku sendiri Apa kabar? Aku harap kalian #dirumahaja ya. Stay safe. Jangan lupa cuci tangan dan jaga kesehatan. Dunia saat ini sedang berjuang melawan virus tak terkecuali Indonesia. Virus corona atau yang dikenal dengan nama COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019. Penyebaran Covid-19 terbilang cukup cepat, dengan hanya melakukan kontak dengan penderita Covid-19 berkemungkinan besar kita dapat tertular. Kan serem.  Menurut data dari https://www.covid19.go.id/ Situasi Covid-19 pada tanggal 27 Maret 2020 pukul 13:46 WIB di Indonesia Positif 893, Sembuh 35, Meninggal 78. Itu semua manusia loh:”)) Pemerintah saat ini telah menerapkan sistem Social Distancing. Social distancing merupakan tindakan menjaga jarak dengan orang lain apalagi dalam jumlah yang banyak atau dalam kerumunan. Jarak yang biasanya diterapkan pada social distancing yaitu dengan radius enam kaki atau dua meter. Cara ini dilakukan untuk memut...