Langsung ke konten utama

Tanya, tanya dia: kenapa?

Jika pada suatu waktu ada temanmu yang bersikap ganjil, entah ia tiba-tiba jadi pendiam atau barangkali bertingah menyebalkan, hal sederhana yang bisa kamu lakukan: bertanya kenapa.

Mungkin ia sedang mengalami hari yang buruk. Mungkin perasaannya sedang kacau, atau bisa jadi perubahan sikapnya dipicu tekanan batin yang melanda seperti badai topan La Nina. Kamu hanya akan tahu mana yang benar terjadi, jika kamu tanyakan alasan dibalik perubahan sikapnya.

Terbesit dipikiranmu, bukankah sebaiknya kamu menunggu. Tunggu saja, dia pasti akan bercerita. Ketahuilah, terkadang hukum tunggu-menunggu ini tidak berlaku. Kamu tidak bisa yakin dia akan buka suara dan membawa berita. "Pengumuman! Ada nyeri di sudut hatiku yang ketika kutengok ke dalam, ternyata ia nyaris habis digerogoti kedukaan. Hatiku berlubang, aku sungguh hancur oleh rasa duka dan tak tahu cara mengendalikan logikaku utuh seperti semula".

Sesuatu semacam itu sukar diungkapkan, kamu mungkin bisa bayangkan?

Maka sebelum terbit prasangka, sebelum memuncak kejengahanmu melihat ganjil sikapnya, cobalah tanya. Apakah dia baik-baik saja? Manakah yang ia butuhkan: kuping, tisu, atau bahu? Katakan kepadanya, kamu sadar ada yang berbeda. Dan kepadamu, dia boleh berbagi cerita.

Tanya, tanyai dia. Jangan diam saja,

...kecuali kamu memang tak ingin tahu, sebab prasangkamu menang dan kamu memilih biarkan saja dia begitu.

Sebab kamu tak pernah sungguh-sungguh menaruh peduli, atau kamu tak punya dada yang cukup lapang untuk memahami.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...

Stay Safe #dirumahaja

Hallo pembaca setiaku alias diriku sendiri Apa kabar? Aku harap kalian #dirumahaja ya. Stay safe. Jangan lupa cuci tangan dan jaga kesehatan. Dunia saat ini sedang berjuang melawan virus tak terkecuali Indonesia. Virus corona atau yang dikenal dengan nama COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019. Penyebaran Covid-19 terbilang cukup cepat, dengan hanya melakukan kontak dengan penderita Covid-19 berkemungkinan besar kita dapat tertular. Kan serem.  Menurut data dari https://www.covid19.go.id/ Situasi Covid-19 pada tanggal 27 Maret 2020 pukul 13:46 WIB di Indonesia Positif 893, Sembuh 35, Meninggal 78. Itu semua manusia loh:”)) Pemerintah saat ini telah menerapkan sistem Social Distancing. Social distancing merupakan tindakan menjaga jarak dengan orang lain apalagi dalam jumlah yang banyak atau dalam kerumunan. Jarak yang biasanya diterapkan pada social distancing yaitu dengan radius enam kaki atau dua meter. Cara ini dilakukan untuk memut...