Langsung ke konten utama

Ruwet.

Huuaaaaaaaaa...

Kampret

Buset dah, kayag gapunya kalimat lain aja buat mengawali postingan kali ini:((

Kira-kira gini, aku pengen cerita tapi sebenernya aku tau meskipun aku jabarin secara detail-pun orang-orang yang baca tulisan ini juga gak akan peduli. Ya siapa juga yang mau baca. Bahkan aku-pun merasakan "apaan sih" menyedihkan banget.

Tapi, bodo amatlah buset rewel banget.

SERAH DEH FEB! SERAH LO!

Jadi gini...

Entahlah, pernah ngerasain mood yang lagi berantakan banget kayag sprei anak kosan? Ya begitulah pokoknya. Random banget. Alesannya? Gak jelas kenapa.

Ato mungkin aku yang terlalu baperan hehe

Harusnya sih ya orang kalo liat temennya seneng tuh jadi ikutan seneng yatapi kenapa kali ini aku sedih bangett gitu. Ini sifat jelek dapet darimana coba. Parahnya aku ber-haha hihi hehe di depannya, padahal aku sedang tidak nyaman waktu itu. Aku sadar ini jelek tapi tetap saja merasa sedih. Ralat bukan sedih. Tapi you know dongkol? Kira-kira begitulah. Aku juga bingung kata yang tepat apaan.

Ato ini cemburu? Tapi cemburu darimananya, apa yang aku cemburui?

Aku bukan teman yang baik. Aku bahkan pernah mengecewakan banyak orang di masa lalu. Kalo kalian tau aslinya aku pasti jijik:))

Kadang aku merasa hidup orang lain lebih menyenangkan, tapi tidak pernah tau serumit apa hidup yang sedang mereka jalani. Aku hanya memandang dengan mata telanjang tanpa merasakan dengan hatinya.

Maaf. Aku hanya perlu sedikit lebih keras untuk sabar dan ikhlas.

Ah sudahlah, aku tidak mau menulis panjang. Maaf kalo ada yang tersinggung. Begitulah. Semoga saja tulisan ini menambah ruwet pikiran kalian semua. Karna akupun juga ruwet

Gah usah dipikir lagian juga isinya gak aku tulis, hanya kalimat pembuka dan penutup. Selamat malam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang Pulangku

Belajarlah untuk tidak mengabaikan hal yang kecil, karena hal kecil akan menjadi besar apabila diabaikan. Banyak hal yang biasa saja adalah wujud dari kasih sayang. Hmm aku contohin hal hal yang ada disekitar ku yang mungkin sekilas terlihat biasa aja tapi itu sebenarnya wujud dari kasih sayang. Akutuh kemaren abis naik gunung yah, tapi hapenya gak dibawa dengan alesan males bawa hp terus posisinya batrenya lagi habis. Sebelumnya aku dah bilang sama Ibu kalo mau naik tgl 29. Pas mau berangkat aku gak kepikiran buat ngehubungin lagi pihak rumah kalo mau naik hari itu. Alhasil ibuku nyariin selama 3 hari itu. Mulai dari ibu kos, bapak kos, temen2 kos semuanya ditanyain. Dan aku gatau itu:’)))) Pas buka hape dapet pesan WhatsApp dari adek, “ mbak lagi dimana? Di telfon kok nggak pernah aktif hapenya” “masih di semarang dek, abis ke lawu” “kapan pulang, dicariin ibu kok nggak ngabarin lagi kalo mau ke gunung” Dan saat itu aku langsung lemes, rasanya pe...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...