Langsung ke konten utama

Kebaperan Novel Dilan

Hallo everybody! Selamat hari Jumat! Semoga berkah!

Kalian semua pasti tau film yang lagi diomongin banget. Yap itu Dilan. Novel yang diangkat menjadi film karya ayah Pidi Baiq ini sukses bikin orang-orang heboh banget pengen menyiarkan keseluruh dunia kalau film ini layak untuk ditonton. Bahkan di hari pemutaran ke-10nya ini udah mencapai TIGA JUTA PENONTON. Yang pasti diantara 3 juta penonton itu gaada aku. Oke skip. Bahkan selama seminggu belakangan tiap liat tweet isinya pasti #Dilan1990 udah kayag bot :))

Yha tapi gimana yha sebenernya aku pengen banget sih nonton Dilan. Kan gak afdol kalo nulis gini tapi nggak nonton filmnya. Berhubung aku gak ada yang diajak nonton dan lagi kere suka aja ketika orang lain suka apa yang kebanyakan orang suka. Daripada bosen karena cuma bisa tiduran di atas tempat tidur, daripada punya novel seri Dilan tapi dianggurin gitu aja ya mending dibaca sampe abis. Dan aku berhasil menyelesaikannya.

Abis baca itu semua punya keinginan buat me-Review novelnya. Tunggu, bukan review sih tapi namanya apa ya. Ya pokoknya aku ingin menilai buku ini dari sudut pandang aku. Ya aku juga paham aku jarang baca buku, tapi apa salahnya mencoba hehe

Sebenarnya aku cuma baca versi e-book sih. Boleh nggak sih kayag gitu sebenernya. Semoga aja boleh ya, makanya dong aku di pinjemin buku atau kalo boleh lebih dibeliin juga mau kok.

Aku menyebutnya novel trilogi ya karena ada tiga buku yang saling berhubungan. Buku pertama judulnya Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1990. Buku kedua judulnya Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 dan buku ketiga adalah Milea, Suara Dari Dilan. Saranku sih bacanya urut dari buku yang pertama biar paham sama alur cerita yang saling berkaitan.

Setelah maraton baca ketiga novel ini barulah aku mengerti tentang Dilan dan Milea. Buku pertama tentang Milea bercerita bagaimana Dilan mendekatinya dan akhirnya mereka resmi pacaran yang ditandai dengan deklarasi bermaterai. Sedangkan buku kedua tentang cerita Milea mengenai hubungan meraka yang berakhir putus karena Milea tidak mau pacarnya bergabung dengan geng motor. Padahal Dilan sudah meyakinkan bahwa senakal-nakalnya anak geng motor, mereka sholat pada waktu praktek ujian agama. Hadeuh anak muda. Di buku ketiga kita akan lebih mengenal sosok Dilan yang sebenarnya. Menurut pemahamanku setelah membacanya Dilan merupakan seorang remaja yang sayang dengan keluarganya dan punya solidaritas yang tinggi dengan kawan-kawannya. Dia bahkan rela mempertaruhkan nyawa demi membela sahabatnya. Dia cukup pintar dan pemberani mungkin karena itulah dia ditunjuk sebagai Panglima Tempur di geng motornya. Aku gamau nyeritain bukunya sih biar kalian baca sendiri aja, kan lebih seru!

Perihal kenapa mereka berdua bisa suka satu sama lain emang nggak dikorek dalem sih. Tapi ya rasanya persis kayag kita jaman SMP-SMA dulu yang kalo naksir temen di sekolah alasan pertamanya ya pasti cetek: karena cakep. Tapi Dilan selain cakep juga out of the box banget. Super random, tapi adorable. Gombal-gombal garing.... tapi loh kok.. AKU SENYUM-SENYUM?

Berbagai macam rayuan dilancarkan. Rayuan yang menurutku unik dan benar-benar membuatku tertawa. Bisa dibilang karakter Dilan itu unik. Dia tidak seperti karakter lelaki kebanyakan. Dilan selalu penuh humoris dan selalu banyak akal dalam menghadapi apapun. Bukan hanya Milea yang lama-lama jatuh cinta padanya, aku pun dibuatnya jatuh cinta dengan sosok dan karakternya. Rayuan yang dilontarkan Dilan memang cheesy, namun unik. Bagaimana ya menjabarkannya? Kalian coba baca saja, pasti tersenyum-senyum sendiri mendengar rayuan ala Dilan.

Ini yang paling aku suka, katanya:

“Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu. Cuma TTS, tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan”

Out of the box banget, kan? Parah makin lama gombalannya makin cadas. Jadi teringat kembali rasanya nunggu ditelfon sama pacar tiap malem, sambil bisik-bisik suaranya karena takut ketahuan. Sekarang mah komunikasi lancar, nelpon bisa gratis pake internet. Bilang kangen tinggal chat. Bilang sayang eh ternyata cuma berakhir diread, duh.

Dilan pernah bilang ke Milea: “Milea, jangan pernah bilang ada yang menyakitimu. Nanti orang itu akan hilang.” Coba aja gitu misal ada Dilan-dilanan ngomong sama aku: “Feb, jangan pernah bilang ada yang menyakitimu. Nanti orang itu akan hilang.”

Me: “oh begitu. Baiklah kita lihat saja nanti”

Tak lama kemudian malah orang yang ngomong tadi yang ngilang. YHA KACIAN DEH! –apaan sih-

Novel ini berhasil bikin aku baper sih, baper karena entah kenapa menurutku novel jenis cinta-cintaan gitu cenderung aku hindari karena ntar jatohnya “apaan sih ini sok puitis” atau “ceritanya terlalu garing” buatku. Tapi yang ini beda eh gimana ya. Aku nggak bandingin sih karena sejujur jujurnya aku tuh jarang baca buku. Bayangin aja, ketemu pertama udah ngeramal. Terus dateng ke rumah bilangnya utusan kantin. Ngasih kado TTS yang udah diisi. Ngasih surat ke tetangga buat minta ijin suka sama Milea. Iya b aja kok tapi gatau itu bikin senyum bacanya. Gemesin aih!

Pidi Baiq mampu menghidupkan Dilan dalam novel. Dilan yang mencintai dengan cara yang unik. Denger-denger ini merupakan 60% kisah nyata loh. Anyway terlepas benar atau tidaknya aku salut sama penulisnya karena mampu membuat novel dari sisi 2 orang yang berbeda, yang satu dari sisi Dilan dan satunya lagi sisi Milea. Begitupun dengan gaya penuturannya sehingga pembaca mudah memahami apa yang ada dipikiran mereka kala itu. Aku suka sama gaya penulisannya. Nggak berbelit-belit, nggak menggunakan bahsa sastra tingkat tinggi yang kadang perlu beberapa kali baca biar paham sama maksud kalimatnya huhu. Otakku lemot emang kalo buat mencerna maksud kalimat yang udah level dewa.

Tapi novel ini emang layak untuk dibaca!

Sebelum berakhir, aku kasih bonus kalimat yang booming banget.

“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalo sore. Tunggu aja.” (Dilan 1990 hal 37)

“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.”

“Cinta itu indah. Jika bagimu tidak, mungkin karena salah memilih pasangan.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...

Stay Safe #dirumahaja

Hallo pembaca setiaku alias diriku sendiri Apa kabar? Aku harap kalian #dirumahaja ya. Stay safe. Jangan lupa cuci tangan dan jaga kesehatan. Dunia saat ini sedang berjuang melawan virus tak terkecuali Indonesia. Virus corona atau yang dikenal dengan nama COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019. Penyebaran Covid-19 terbilang cukup cepat, dengan hanya melakukan kontak dengan penderita Covid-19 berkemungkinan besar kita dapat tertular. Kan serem.  Menurut data dari https://www.covid19.go.id/ Situasi Covid-19 pada tanggal 27 Maret 2020 pukul 13:46 WIB di Indonesia Positif 893, Sembuh 35, Meninggal 78. Itu semua manusia loh:”)) Pemerintah saat ini telah menerapkan sistem Social Distancing. Social distancing merupakan tindakan menjaga jarak dengan orang lain apalagi dalam jumlah yang banyak atau dalam kerumunan. Jarak yang biasanya diterapkan pada social distancing yaitu dengan radius enam kaki atau dua meter. Cara ini dilakukan untuk memut...