Langsung ke konten utama

Sesekali selalu terlintas dipikiranku:
Perihal apakah kamu membaca semua tulisan yang aku publikasikan?
Perihal apakah kamu mengerti makna dari tulisan yang aku siratkan?

Sebenarnya..
Kamu tau, namun berpura-pura tidak tau
Dan aku berpura-pura tidak tau bahwa kamu tau

Aku bukanlah satu satunya orang yang diam diam mengagumimu
Aku juga perempuan baru dalam hidupmu
Aku tidak banyak mengenalmu begitupun kamu mengenalku
Setiap kali bertemu akan ada hal baru yang aku tau darimu
Hubungan kita bisa panjang karena aku tak seluruhnya tau tentang dirimu
Tetap jadi teka teki yang tak bisaku pecahkan
Agar kelak kau yang membimbingku

Aku takut jika hanya dimabuk asmara namun akan pergi setelah sadar
Yang hanya tergila gila namun akan pergi setelah waras
Perhatian yang aku terima dengan nyaman
Ketertarikan yang aku rasakan
Bukan hanya aku dan bukan hanya untukku
Memangnya siapa aku dalam hidupmu

Kita cukup seperti ini adanya,
Saling menenangkan tanpa perlu mendebarkan
Saling mendewasakan tanpa perlu memamerkan
Saling membahagiakan tanpa perlu membahayakan
Semoga memang benar benar saling
Dan tidak hanya aku yang terlalu hebat dalam berekspektasi dengan hatiku

Tetaplah dekat seperti ini
Aku tidak mau mematahkannya
Apapun itu aku masih membutuhkanmu
Dan karena aku tidak mau kehilangan dirimu

Entah...
Aku tidak tau sedang menulis tentang apa dan siapa
Namun ada sesuatu yang mengusik
Yang semakin ingin diungkapkan
Entahlah entahlah entahlah,
Aku berharap tidak ada yang berubah setelah tulisan ini diposting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just Try, and Feel

Belakangan ini aku mulai sering meminum minuman yang dicintai para seniman. Yep, Kopi. Aku menyukai kopi yang semula aku benci karena minuman ini terlihat mengerikan dengan ampas-ampas yang mengotori keseluruhan dinding cangkir. Kebencian yang terjadi, ternyata hanya karena ketidaktauanku tentang minuman ini. Aku menikmatinya sesuai dengan seleraku, aku hanya ingin enjoy dengan rasa kopiku. Tentang hal yang aku benci itu hanya karena aku tidak tau dan tidak memahami apa yang aku benci. Semua ketakutan yang aku takutkan itu hanya karena aku tidak berani untuk melawannya. Dari Studi Fenomena Geosfer kemarin –tunggu cerita lengkapnya- aku mendapat satu pelajaran bahwa ketika kamu mampu mengalahkan rasa takut dan mencoba menikmati ketakutanmu. Kamu akan merasakan sesuatu dari ketakutan itu. Iya aku takut akan kedalaman air, entah fikiranku yang tidak masuk akal. Karena aku selalu berfikiran bahwa air yang dalam terdapat monster didalamnya yang akan menarik kakiku u...

Tentang Pulangku

Belajarlah untuk tidak mengabaikan hal yang kecil, karena hal kecil akan menjadi besar apabila diabaikan. Banyak hal yang biasa saja adalah wujud dari kasih sayang. Hmm aku contohin hal hal yang ada disekitar ku yang mungkin sekilas terlihat biasa aja tapi itu sebenarnya wujud dari kasih sayang. Akutuh kemaren abis naik gunung yah, tapi hapenya gak dibawa dengan alesan males bawa hp terus posisinya batrenya lagi habis. Sebelumnya aku dah bilang sama Ibu kalo mau naik tgl 29. Pas mau berangkat aku gak kepikiran buat ngehubungin lagi pihak rumah kalo mau naik hari itu. Alhasil ibuku nyariin selama 3 hari itu. Mulai dari ibu kos, bapak kos, temen2 kos semuanya ditanyain. Dan aku gatau itu:’)))) Pas buka hape dapet pesan WhatsApp dari adek, “ mbak lagi dimana? Di telfon kok nggak pernah aktif hapenya” “masih di semarang dek, abis ke lawu” “kapan pulang, dicariin ibu kok nggak ngabarin lagi kalo mau ke gunung” Dan saat itu aku langsung lemes, rasanya pe...

Tentang sebuah prioritas.

Beres-beres kamar adalah aktivitas paling menyenangkan dari sekian banyak pekerjaan rumah yang lain. Yah walopun beresinnya seminggu sekali juga sih. Dari aktivitas tersebut tidak sengaja aku menemukan selembar kertas yang berisi tentang “ Must Reach selama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang ” isinya; 1. Naik gunung minimal 10x 2. Join Mahasiswa Pecinta Alam 3. Jadi Atlet di Mapala 4. Perbanyak teman, jangan dulu pacaran 5. Mengunjungi tempat tempat baru 6. Lulus Cumlaude 7. Freelance Content Writer Dan tiba-tiba aku berpikir, kok apa yang aku tulis di tahun pertama kuliah bisa beneran terwujud padahal aku lupa pernah menuliskan hal tersebut. Tiba-tiba saja kertas tersebut muncul kembali di tahun akhir kuliah. Dan beberapa poin tersebut, poin nomor 6 menjadi sorotanku kali ini. Ingat? 5 tahun yang lalu aku sungguh beruntung dan sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk akhirnya bisa mengenal dunia luar yang selama ini aku inginkan. Kalau dilihat kembali dul...