Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Ruwet.

Huuaaaaaaaaa... Kampret Buset dah, kayag gapunya kalimat lain aja buat mengawali postingan kali ini:(( Kira-kira gini, aku pengen cerita tapi sebenernya aku tau meskipun aku jabarin secara detail-pun orang-orang yang baca tulisan ini juga gak akan peduli. Ya siapa juga yang mau baca. Bahkan aku-pun merasakan "apaan sih" menyedihkan banget. Tapi, bodo amatlah buset rewel banget. SERAH DEH FEB! SERAH LO! Jadi gini... Entahlah, pernah ngerasain mood yang lagi berantakan banget kayag sprei anak kosan? Ya begitulah pokoknya. Random banget. Alesannya? Gak jelas kenapa. Ato mungkin aku yang terlalu baperan hehe Harusnya sih ya orang kalo liat temennya seneng tuh jadi ikutan seneng yatapi kenapa kali ini aku sedih bangett gitu. Ini sifat jelek dapet darimana coba. Parahnya aku ber-haha hihi hehe di depannya, padahal aku sedang tidak nyaman waktu itu. Aku sadar ini jelek tapi tetap saja merasa sedih. Ralat bukan sedih. Tapi you know dongkol? Kira-kira begitulah. Aku juga bing...

M A L A S !

Kalau ada sifat yang merugikan bagi pelakunya dan bahkan berpotensi mendatangkan marabahaya menurutku yaitu sifat malas! Segala bentuk kemalasan tuh berbahaya! Malas bangun pagi ntar rezekinya keburu dipatok ayam, katanya sih. Males mandi pagi ntar jadinya gatal-gatal. Males segalanya ya ntar ketinggalaan jauh sama yang lainnya. Tetapi, di sini aku membicarakan kebiasaan malas melakukan sesuatu yang berakibat kita jadi mudah lupa. Malas ngapain tuh maksudnya? Malas mengarsipkan hal-hal penting. Seringkali, hal-hal penting termuat dalam sebuah peristiwa. Maka kita mengabadikan peristiwa untuk mengabadikan hal penting di dalamnya. Caranya beragam: bisa dengan menarasikan peristiwa lewat tulisan, membuat rekaman visual, atau rekaman suara. Mengabadikan momen secara visual adalah yang paling banyak ditemui pada saat ini. Aku pun melakukannya: memotret dan merekam hal menarik atau hal penting yang kutemui setiap waktu. Tetapi, buatku ada yang kurang rasanya jika sebuah peristiwa tidak din...

Tanya, tanya dia: kenapa?

Jika pada suatu waktu ada temanmu yang bersikap ganjil, entah ia tiba-tiba jadi pendiam atau barangkali bertingah menyebalkan, hal sederhana yang bisa kamu lakukan: bertanya kenapa. Mungkin ia sedang mengalami hari yang buruk. Mungkin perasaannya sedang kacau, atau bisa jadi perubahan sikapnya dipicu tekanan batin yang melanda seperti badai topan La Nina. Kamu hanya akan tahu mana yang benar terjadi, jika kamu tanyakan alasan dibalik perubahan sikapnya. Terbesit dipikiranmu, bukankah sebaiknya kamu menunggu. Tunggu saja, dia pasti akan bercerita. Ketahuilah, terkadang hukum tunggu-menunggu ini tidak berlaku. Kamu tidak bisa yakin dia akan buka suara dan membawa berita. "Pengumuman! Ada nyeri di sudut hatiku yang ketika kutengok ke dalam, ternyata ia nyaris habis digerogoti kedukaan. Hatiku berlubang, aku sungguh hancur oleh rasa duka dan tak tahu cara mengendalikan logikaku utuh seperti semula". Sesuatu semacam itu sukar diungkapkan, kamu mungkin bisa bayangkan? Maka sebe...